Monologue #5

Monologue #5

Bandara dan udara
Memisahkan New York dan Jakarta.

Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata.

Begitu pula rindu,
hamparan laut dalam
antara pulang dan seorang petualang
yang hilang.

Seperti penjahat dan kebaikan
dihalang uang dan undang-undang.

Seorang ayah membelah anak dari ibunya—dan sebaliknya.

Atau senyummu,
dinding di antara aku dan ketidakwarasan.
Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur.

Apa kabar hari ini?
Lihat, tanda tanya itu

Jurang antara kebodohan dan keinginanku
memilikimu sekali lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *